Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
10 Jan 2025 466 pembaca ADMIN Puskesmas Balaraja

PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI KASUS LEPTOSPIROSIS DESA TALAGASARI KECAMATAN BALARAJA

Balaraja 7 Januari 2025, Kegiatan Kunjungan Rumah Penyelidikan Epidemiologi (PE) kasus leptospirosis di Kp, Talaga Ds. Talagasari Kec. Balaraja. Menindaklanjuti laporan KDRS dari RSUD Balaraja, tentang adanya kasus leptospirosis, Tim TGC Puskesmas Balaraja yang terdiri dari, Petugas Epidemiologi, Petugas Pomosi Kesehatan, Petugas Kesehatan Lingkungan, Bidan desa Bersama dengan kader kesehatan desa talagasari.melaksanakan kegiatan penyelidikan Epidemiologi (PE) kerumah penderita,.

Penyelidikan Epidemiologi (PE) adalah penyelidikan yang dilakukan untuk mengenal sifat-sifat, penyebab, sumber dan cara penularan, serta faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya wabah Penyakit.

Tujuan dari PE leptospirosis adalah dalam rangka mengendalikan penyakit, mencari faktor resiko penyakit, mencari apakah terjadi penularan kasus disekitar penderita, serta memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat sekitar tentang pencegahan leptospirosis.

Leptospirosis merupakan penyakit zoonis yang masih menjadi masalah di Indonesia, yang disebabkan oleh infeksi bakteri leptospira yang pathogen, menyerang hewan dan manusia. Bakteri ini disebarkan oleh tikus yang melepaskan melalui urin kelingkungan, dan berkembangnya Leptospira didalam ginjal dan bertindak sebagai sumber infeksi untuk manusia dan hewan lainnya. Penularan leptospirosis secara langsung melalui darah, urin atau cairan tubuh lain yang mengandung bakteri leptospira masuk kedalam tubuh, baik dari hewan kemanusia maupun manusia kemanusia. Sedangkan penularan secara tidak langsung terjadi melalui genangan air, banjir, sungai, danau, selokan air dan lumpur yang tercemar urin hewan yang mengandung bakteri leptospira. Bakteri Penyakit ini erat terkait dengan keberadaan faktor resiko yaitu tingginya populasi tikus sebagai reservoir leptospirosis, serta buruknya keadaan sanitasi lingkungan.

Adapun gejala dari penyakit leptospirosis antara lain :

  • Demam   
  • Meriang
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot terutama bagian betis
  • Sakit Perut / diare
  • Kulit pucat
  • Area mata kuning
  • Muncul ruam
  • Konjungtivitas

Apabila pasien terdapat gejala dan tanda-tanda penyakit leptospirosis segera periksa ke fasilitas kesehatan. Hal ini untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius seperti gagal jantung, gagal ginjal, meninghitis, serta menurunnya fungsi hati.

Pada kegiatan tersebut juga disampaikan kepada keluarga bagaimana cara pencegahan leptospirosis, seperti membersihkan lingkungan ketika atau setelah banjir menggunakan alat pelindung diri (APD), melakukan perilaku  hidup bersih dan sehat  (PHBS), serta selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Kepala Puskesmas Balaraja dr. Ai Siti Zakiyah, kegiatan ini bertujuan sebagai pengendalian penyakit leptospirosis. Kepala Puskesmas juga menghimbau pada  semua warga untuk giat melakukan gotong royong disekitar rumah juga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

 

Puskesmas Balaraja/ Promkes/ NR

Nomor: PR/003-PkmBlj/I/2025






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.