PETUGAS PUSKESMAS BALARAJA LAKUKAN PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI KASUS MALARIA
Balaraja – Petugas surveilans, malaria, dan promosi kesehatan
Puskesmas Balaraja melakukan penyelidikan epidemiologi di wilayah Permata
Balaraja pada hari Sabtu. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut
dari laporan yang diterima Puskesmas dari salah satu Rumah Sakit di wilayah
Banten. Kepala Puskesmas Balaraja menjelaskan, penyelidikan epidemiologi ini
merupakan bagian dari penelusuran kasus malaria yang terjadi di wilayah
kerjanya. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menemukan sumber penularan dan
mencegah terjadinya penularan yang lebih luas.“Begitu mendapat laporan dari
Rumah Sakit, petugas langsung turun ke lapangan. Kami melakukan penelusuran
untuk mengetahui riwayat perjalanan pasien dan kemungkinan sumber
penularannya,” ujar Kepala Puskesmas Balaraja.
Berdasarkan hasil penelusuran, pasien diketahui tertular malaria
di salah satu kabupaten di Provinsi Lampung. Pasien tersebut pergi ke Lampung
untuk bekerja sekaligus mengunjungi anaknya yang tinggal di sana. Satu hari
sebelum pulang ke Tangerang, pasien mulai mengeluhkan sakit kepala, demam,
tidak enak badan, dan sedikit menggigil. Saat dalam perjalanan pulang ke
Tangerang, pasien kemudian menjalani pengobatan di salah satu Rumah Sakit di
wilayah Banten.
Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit
Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Nyamuk ini
biasanya menggigit pada sore hingga pagi hari. Gejala malaria yang perlu
diwaspadai antara lain demam, menggigil, mual, muntah, sakit kepala, nyeri otot,
napas cepat, dan detak jantung meningkat. Jika tidak ditangani segera, malaria
dapat menimbulkan komplikasi serius seperti anemia, gangguan pernapasan,
kerusakan sistem saraf, hingga kerusakan otak. Namun, malaria dapat disembuhkan
dengan pengobatan intensif yang tepat di Rumah Sakit.
Balaraja – Petugas surveilans, malaria, dan promosi kesehatan
Puskesmas Balaraja melakukan penyelidikan epidemiologi di wilayah Permata
Balaraja pada hari Sabtu. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut
dari laporan yang diterima Puskesmas dari salah satu Rumah Sakit di wilayah
Banten. Kepala Puskesmas Balaraja menjelaskan, penyelidikan epidemiologi ini
merupakan bagian dari penelusuran kasus malaria yang terjadi di wilayah
kerjanya. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menemukan sumber penularan dan
mencegah terjadinya penularan yang lebih luas.“Begitu mendapat laporan dari
Rumah Sakit, petugas langsung turun ke lapangan. Kami melakukan penelusuran
untuk mengetahui riwayat perjalanan pasien dan kemungkinan sumber penularannya,”
ujar Kepala Puskesmas Balaraja.
Berdasarkan hasil penelusuran, pasien diketahui tertular malaria
di salah satu kabupaten di Provinsi Lampung. Pasien tersebut pergi ke Lampung
untuk bekerja sekaligus mengunjungi anaknya yang tinggal di sana. Satu hari
sebelum pulang ke Tangerang, pasien mulai mengeluhkan sakit kepala, demam,
tidak enak badan, dan sedikit menggigil. Saat dalam perjalanan pulang ke
Tangerang, pasien kemudian menjalani pengobatan di salah satu Rumah Sakit di
wilayah Banten.
Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit
Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Nyamuk ini
biasanya menggigit pada sore hingga pagi hari. Gejala malaria yang perlu
diwaspadai antara lain demam, menggigil, mual, muntah, sakit kepala, nyeri
otot, napas cepat, dan detak jantung meningkat. Jika tidak ditangani segera,
malaria dapat menimbulkan komplikasi serius seperti anemia, gangguan
pernapasan, kerusakan sistem saraf, hingga kerusakan otak. Namun, malaria dapat
disembuhkan dengan pengobatan intensif yang tepat di Rumah Sakit.
Kepala Puskesmas Balaraja mengimbau masyarakat yang bepergian ke
daerah endemis malaria agar lebih waspada. “Jika setelah berkunjung ke daerah
endemis muncul gejala yang mengarah ke malaria, segera periksa ke Puskesmas
atau Rumah Sakit terdekat. Pengobatan yang tepat dan sesuai dapat mencegah
terjadinya komplikasi serius akibat malaria,” tegasnya.
Puskesmas
Balaraja/ Promkes/ LF
Nomor: PR/56-PkmBlj/VIII/2026
Berita Lainnya
-
03 Sep 2026
KEGIATAN EVALUASI DAN MONITORING PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BALITA DAN IBU HAMIL BERBASIS BAHAN MAKAN LOKAL KOLABORASI POS GIZI KELURAHAN BALARAJA KECAMATAN BALARAJA
Balaraja, – Pos Gizi Kelurahan Balaraja, Kecamatan Balaraja menyelenggarakan Kegiatan Evaluasi dan Monitoring Pemberian Makanan ...
-
01 Sep 2026
PUSKESMAS BALARAJA DAN PUSKESMAS GEMBONG GELAR LOKAKARYA MINI TRIWULANAN III TINGKAT KECAMATAN BALARAJA
BALARAJA - Dalam rangka evaluasi dan perencanaan program kesehatan, Puskesmas Balaraja bersama Puskesmas Gembong menyelenggarakan ...
-
31 Aug 2026
PUSKESMAS BALARAJA LAKUKAN PENGAWASAN 2 DEPOT AIR MINUM DI DESA TALAGASARI
Balaraja, Banten – Petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Balaraja telah melaksanakan kegiatan pengawasan terhadap 2 depot ...
-
31 Aug 2026
PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI (PE) KASUS DBD DI WILAYAH VILLA BALARAJA RT 05/06 DESA SAGA KECAMATAN BALARAJA.
PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI (PE) KASUS DBD DI WILAYAH VILLA BALARAJA RT 05/06 DESA SAGA KECAMATAN BALARAJA.BALARAJA ...
-
31 Aug 2026
Anggota SBH Balaraja Siap Siaga Jadi Tim Kesehatan pada LT II Ranting Balaraja 2026
Anggota Saka Bakti Husada (SBH) Balaraja ikut berperan aktif dalam mendukung kegiatan kepramukaan di wilayah ...