Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat
Kegiatan Kunjungan Rumah Penyelidikan Epidemiologi (PE) kasus leptospirosis di Kp. Kepuh Desa Saga merupakan upaya dalam menindaklanjuti laporan KDRS (Kewaspadaan Dini Rumah Sakit) dari RSUD Balaraja, tentang adanya kasus leptospirosis di wilayah kerja Puskesmas Balaraja. Tim TGC Puskesmas Balaraja yang terdiri dari, Petugas Penanganan Leptospirosis, Promosi Kesehatan, Bidan desa Bersama dengan kader kesehatan desa Saga melaksanakan kegiatan penyelidikan Epidemiologi (PE) kerumah penderita pada hari Rabu, 26 Februari 2025.
Leptospirosis merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui kencing tikus berupa bakteri yang masuk melalui kulit yang lecet atau selaput lendir pada saat kontak dengan banjir atau genangan air sungai hingga selokan dan lumpur.
Leptospirosis bisa menyebar melalui saluran air, genangan air, atau banjir yang mengandung bakteri Leptospira. Bisa juga menyebar di tempat – tempat penampungan air yang tidak tertutup rapat sehingga bisa terkontaminasi kencing tikus. Penyakit ini bisa menimbulkan kematian jika terlambat ditangani. Biasanya, seseorang yang terkena leptospirosis menganggap sakitnya ringan hanya demam, sakit kepala, dan nyeri otot betis biasa sehingga tidak memeriksakan kondisinya ke fasilitas layanan kesehatan. Setelah demam lebih dari tiga hari, otot tangan dan kaki akan melemah, mata memerah, dan timbul kekuningan pada kulit.
Tindakan yang bisa masyarakat lakukan dalam mencegah penyakit Leptospirosis, yaitu:
- Rutin membersihkan lingkungan agar tidak menjadi sarang perkembangbiakan tikus
- Menutup tempat-tempat penampungan air
- Menggunakan sarung tangan dan sepatu boots saat membersihkan rumah/selokan
- Mencuci tangan dengan sabun setelah selesai beraktivitas
Sosialisasi mengenai pencegahan leptospirosis sudah rutin dilakukan oleh petugas Puskesmas Balaraja, terutama saat memasuki musim penghujan. Sosialisasi juga dilakukan melalui media sosial. Dalam pertemuan terbaru pada hari Senin, 24 Februari 2025. Kepala Puskesmas Balaraja, dr.Hj. Ai Siti Zakiyah, secara langsung menyampaikan mengenai kewaspadaan leptospirosis dalam acara lokakarya mini tribulan di Aula Kecamatan Balaraja, sebagai bentuk kerjasama lintas sektor dalam pencegahan penyakit leptospirosis.
Dalam paparannya, dr. Ai, menjelaskan bahwa saat ini curah hujan yang masih tinggi, waspada kasus leptospirosis meningkat. Ada 2 kasus di Bulan Januari yang dapat tertangani dan 1 kasus di Februari yang tidak tertangani sehingga menimbulkan kematian. Jangan lupa untuk selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan mencuci tangan jika sudah melalukan kerja bakti atau membersihkan lingkungan sekitar. Pencegahan ini dimulai dari diri kita sendiri dan diingatkan kepada anggota keluarga dan tetangga sekitar mengenai bahaya leptospirosis.
Puskesmas Balaraja/ Promkes/ LF
Nomor: PR/020-PkmBlj/III/2025
Konten Lainnya
-
25 Oct 2023
Visi & Misi Puskesmas
VISI Menjadi Pusat Layanan Kesehatan Tingkat Pertama Terbaik di Kabupaten Tangerang pada Tahun 2033 MISI ...
-
25 Oct 2023
Stuktur Organisasi
-
25 Oct 2023
Pengelola Pengaduan
-
25 Oct 2023
Maklumat Pelayanan
Kami berjanji dan bersanggup untuk melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan Kami berjanji dan sanggup ...
-
25 Oct 2023
Profil Puskesmas