Pembinaan Kader Posyandu dalam Persiapan Pemberian Makan Tambahan (PMT)
Kamis, 20 Maret 2025 telah dilaksanakan kegiatan pembinaan kader posyandu dalam persiapan Pemberian Makan Tambahan (PMT) Lokal Tahun 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh 46 orang kader dari 4 Desa dan 1 Kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Balaraja.
Kegiatan hari ini dibuka oleh Kepala Sub-Bagian Tata Usaha Puskesmas Balaraja, Ibu Emi Noviani, S.K.M. M.A.P. Ibu Emi menyampaikan bahwa peran kader sangat penting dalam pelaksanaan Pemberian Makan Tambahan (PMT) Lokal untuk ibu hamil dan bayi balita. Ibu kader dapat berperan aktif dalam menemukan sasaran ibu hamil yang Kurang Energi Kronik (KEK) atau risiko KEK dan melaporkannya ke Bidan Desa dan Petugas Gizi Pukesmas. Selanjutnya, dilakukan pemaparan materi oleh Ahli Gizi Puskesmas Balaraja, Rosmaini, AMG. Dalam pemaparannya, Ibu Rosmaini menjelaskan mulai dari perinsip pelaksanaan PMT Lokal, sasaran, hingga timeline dalam pelaksanaan hingga rencana menu yang akan dibuat untuk Pemberian Makan Tambahan (PMT) Lokal.
Pemberian Makan Tambahan (PMT) Lokal diberikan kepada ibu hamil Kurang energi kronik (KEK) atau risiko KEK, bayi/balita dengan gizi kurang, Berat Badan Kurang dan Balita tidak naik berat badannya (T). Untuk ibu hamil KEK PMT diberikan selama 120 hari. Sedangkan untuk bayi dan balita dibagi dalam 3 kelompok, yaitu balita dengan gizi kurang diberikan selama 56 hari, balita dengan berat badan kurang diberikan selama 28 hari, dan balita dengan berat badan tidak naik selama 1 bulan terakhir ditimbang di posyandu selama 14 hari.
Setelah pemaparan, Ibu Rosmaini mempraktekan cara pengolahan makanan untuk masing – masing kelompok usia. Pertama, yaitu pemberian MP-ASI untuk bayi usia 6 – 8 bulan, untuk kelompok usia ini Ahli Gizi Puskesmas Balaraja menjelaskan bahwa makanan memiliki tekstur kental atau biasa disebut bubur saring . Kelompok kedua, yaitu pemberian MP-ASI untuk usia 9-11 bulan, pada usia ini anak diberikan makanan dengan mencincang lauk dan sayur menjadi lebih halus dan makanan pokoknya seperti nasi diberikan dalam tekstur lebih lembut dari nasi orang dewasa. Kelompok ketiga, yaitu pemberian MP-ASI usia 12-23 bulan, kelompok usia ini balita sudah dapat mengonsumsi makanan seperti orang dewasa dengan porsi yang disesuaikan. Balita sudah bisa mengonsumsi nasi, sayur, dan lauk seperti ibu dan ayahnya atau biasa disebut dengan makanan keluarga.
Dengan diadakannya pembinaan kader hari ini, diharapkan ibu – ibu kader yang hadir dapat memahami mengenai Pemberian Makan Tambahan (PMT) yang disesuaikan dengan kelompok umur. Sehingga, ibu kader dapat mempraktekan dan memberikan edukasi yang sesuai kepada ibu hamil dan Ibu balita di Kelurahan dan Desa masing – masing.
Puskesmas Balaraja/ Promkes/ LF
Nomor: PR/23-PkmBlj/III/2025
Berita Lainnya
-
01 Jul 2026
Puskesmas Balaraja Raih Juara 1 Capaian ASPAK se-Kabupaten Tangerang 2026
BALARAJA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Puskesmas Balaraja. Pada Pertemuan Mutu Pelayanan Kesehatan yang ...
-
26 Jun 2026
Puskesmas Balaraja Gencarkan Sosialisasi TBC, Kusta, dan CKG Gratis di Desa Sentul
Puskesmas Balaraja – Upaya percepatan eliminasi penyakit Tuberculosis atau TBC dan Kusta di wilayah kerja ...
-
24 Jun 2026
UPTD PUSKESMAS BALARAJA GELAR PELAYANAN DOKTER SPESIALIS ANAK (DSA) UNTUK OPTIMALISASI KESEHATAN ANAK
UPTD Puskesmas Balaraja Gelar Pelayanan Dokter Spesialis Anak (DSA) untuk Optimalisasi Kesehatan Anak Balaraja, Tangerang ...
-
22 Jun 2026
PETUGAS KESEHATAN PUSKESMAS BALARAJA MELAKUKAN PEMBINAAN DAN CEK KESEHATAN RUTIN PETUGAS CATERING CV. ANNISA RIZKI DI VILLA BALARAJA.
Balaraja, 22 Juni 2026 – Petugas kesehatan Puskesmas Balaraja melaksanakan kegiatan pembinaan dan pemeriksaan kesehatan ...
-
21 Jun 2026
Kunjungan Rumah Terhadap Pasien Campak untuk Tekan Risiko Penularan
Balaraja – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat serta respons cepat terhadap laporan penyakit ...