Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
26 Jun 2026 34 pembaca ADMIN Puskesmas Balaraja

Puskesmas Balaraja Gencarkan Sosialisasi TBC, Kusta, dan CKG Gratis di Desa Sentul

Puskesmas Balaraja – Upaya percepatan eliminasi penyakit Tuberculosis atau TBC dan Kusta di wilayah kerja Puskesmas Balaraja terus digencarkan. Hal itu ditandai dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi TBC, Kusta, dan Cek Kesehatan Gratis atau CKG di Aula Desa Sentul pada hari Jumat, 5 Juni 2026. Kegiatan yang menyasar para kader kesehatan, ketua RT, RW, serta stakeholder desa ini menjadi langkah awal dari rangkaian sosialisasi yang akan menyasar desa-desa lain di wilayah Kerja Puskesmas Balaraja. Dengan melibatkan langsung para penggerak di tingkat masyarakat, Puskesmas Balaraja berharap pesan deteksi dini dan penghapusan stigma terhadap kedua penyakit menular tersebut dapat tersampaikan secara efektif hingga ke lapisan warga paling bawah.

Kegiatan sosialisasi dibuka secara resmi oleh Sekertaris Desa Sentul sebagai perwakilan Pemerintah Desa Sentul, Bapak Asep, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan. Setelah pembukaan, rangkaian pemaparan materi langsung dimulai. Sesi pertama disampaikan oleh dr. Anastasya yang fokus mengulas secara komprehensif mengenai penyakit TBC dan Kusta. Dalam paparannya, dr. Anastasya mengingatkan bahwa kedua penyakit ini seringkali tidak terdeteksi pada tahap awal karena gejalanya yang samar dan mirip dengan penyakit ringan lainnya. Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan pengobatan terletak pada kecepatan penemuan kasus. Semakin cepat TBC dan Kusta ditemukan, maka penanganan yang diberikan akan semakin cepat, tepat, dan yang paling penting, penyakit tersebut dipastikan bisa disembuhkan sepenuhnya. dr. Anastasya juga menjelaskan secara runtut mengenai perjalanan penyakit TBC, mulai dari bagaimana kuman Mycobacterium tuberculosis masuk dan berkembang di dalam tubuh, mekanisme penularan melalui percikan dahak saat batuk atau bersin, tanda-tanda awal yang harus diwaspadai, metode deteksi TBC, hingga alur pengobatan selama 6 bulan yang harus dituntaskan agar tidak terjadi resistensi obat.

Memasuki sesi kedua, materi mengenai penyakit Kusta disampaikan oleh Vivi Zulfarida, Amd.Kep. Di hadapan para ibu kader dan perwakilan warga, Ibu Vivi menjelaskan alasan utama mengapa para kader dan stakeholder desa menjadi target undangan utama dalam kegiatan ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengobatan Kusta tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan formal seperti Puskesmas, tetapi sangat ditentukan oleh peran orang-orang terdekat penderita. Kader, RT, RW, dan keluarga memiliki posisi strategis untuk segera melaporkan dan mendorong penderita agar mau memeriksakan diri ke layanan kesehatan tanpa rasa takut atau malu. Vivi Zulfarida juga memberikan pemahaman mendalam mengenai Kusta, sebuah penyakit yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Ia menyampaikan data bahwa Indonesia saat ini menempati posisi sebagai negara dengan jumlah penderita Kusta tertinggi ketiga di dunia. Fakta ini menjadi pengingat keras bahwa kewaspadaan dan edukasi berkelanjutan harus terus dilakukan agar kasus baru dapat ditekan dan rantai penularan dapat diputus sejak dini.

Sesi ketiga sekaligus terakhir diisi oleh Subri, Amd.Kep yang memaparkan alur pelayanan Cek Kesehatan Gratis atau CKG yang akan segera dilaksanakan di Posyandu Desa Sentul. Subri menjelaskan bahwa selama bulan Juni 2026, Puskesmas Balaraja akan menurunkan petugas khusus untuk melakukan skrining CKG yang difokuskan pada deteksi TBC dan Kusta. Pemeriksaan ini akan diintegrasikan bersamaan dengan kegiatan Posyandu rutin bulanan agar menjangkau lebih banyak warga, mulai dari balita, ibu hamil, hingga lansia. Subri meminta dukungan penuh dari para ibu kader, ketua RT, dan RW untuk membantu menyebarluaskan informasi kepada seluruh warga. Para kader diharapkan mampu menjelaskan secara sederhana kepada masyarakat bahwa pemeriksaan ini gratis, tidak menyakitkan, dan bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi warga yang enggan datang ke Posyandu karena takut atau tidak memahami tujuan dari program CKG tersebut.

Kepala Puskesmas Balaraja, dr. Hj. Sulastri, M.IP, menyampaikan bahwa Desa Sentul dipilih sebagai titik awal program sosialisasi dan CKG terpadu ini pada bulan Juni. Menurutnya, pemilihan Desa Sentul didasarkan pada kesiapan kader dan dukungan penuh dari pemerintah desa. Ke depan, model kegiatan serupa akan dilaksanakan secara bertahap ke desa-desa lain di wilayah kerja Puskesmas Balaraja pada bulan-bulan berikutnya. dr. Sulastri menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat secara luas terhadap bahaya TBC dan Kusta. Lebih dari itu, Puskesmas ingin memastikan bahwa program deteksi dini berjalan efektif sehingga masyarakat mau dan tidak ragu untuk memeriksakan kesehatannya. Salah satu tantangan terbesar yang ingin diatasi melalui sosialisasi ini adalah mengurangi stigma negatif yang masih melekat pada penderita TBC dan Kusta di tengah masyarakat.

Dengan terlaksananya sosialisasi dan dimulainya program CKG TBC dan Kusta di Desa Sentul, dr. Hj. Sulastri berharap akan terjadi perubahan signifikan dalam pola pikir dan perilaku masyarakat. Ia optimistis bahwa jika masyarakat sudah paham, mau melapor, dan mau berobat sejak dini, maka target penurunan kasus TBC dan Kusta di wilayah kerja Puskesmas Balaraja dapat tercapai lebih cepat. Puskesmas Balaraja berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah desa, kader, dan seluruh elemen masyarakat agar tidak ada lagi warga yang terlambat mendapatkan penanganan karena malu atau tidak tahu harus ke mana. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari desa.


Puskesmas Balaraja/Promkes/LF

Nomor: PR/44/-PkmBalaraja/VI/2026






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.