PUSKESMAS BALARAJA BUKA LAYANAN PrEP CEGAH HIV
Balaraja-PrEP, Adalah singkatan
dari Profilaksis PrEP adalah singkatan dari Pre-Exposure
Prophylaxis (Profilaksis
Pra-Pajanan). Pra artinya sebelumnya. Dengan demikian, kamu
meminum obat tersebut sebelum merasa mungkin akan bersentuhan dengan
virus. Pajanan atau paparan berarti kontak dengan HIV. Profilaksis berarti
pengobatan untuk menghentikan infeksi.Cara kerja dan penggunaan
Cara kerja: PrEP bekerja dengan cara memblokir virus HIV agar tidak
masuk dan berkembang biak di dalam sel tubuh, dengan mencegah virus menggunakan
enzim reverse transcriptase untuk membuat salinan dirinya.
Mekanisme kerja PrEP
- Penghambatan
replikasi virus: PrEP
mengandung kombinasi dua obat antiretroviral, yaitu emtricitabine (FTC)
dan tenofovir disoproxil fumarate (TDF).
- Mencegah
masuknya HIV: Obat
ini bekerja dengan menghambat enzim reverse transcriptase yang
dibutuhkan virus HIV untuk mengubah RNA-nya menjadi DNA. Dengan demikian,
virus tidak bisa berkembang biak di dalam tubuh.
Cara konsumsi PrEP
- Harian: Cara paling efektif
adalah minum satu pil setiap hari. Waktu untuk mencapai perlindungan penuh
bervariasi, seperti 7 hari untuk pria yang berhubungan seks dengan pria,
dan 20 hari untuk wanita yang berhubungan seks melalui vagina.
- Sesuai
permintaan (PrEP 2-1-1): Metode ini lebih fleksibel bagi yang tidak aktif secara
seksual setiap hari. Caranya adalah minum 2 pil setidaknya 2 jam sebelum
berhubungan seks, lalu 1 pil lagi 24 jam setelah dosis pertama, dan 1 pil
lagi 24 jam setelah dosis kedua.
- Berkala
("On-Off Mode"): Cocok untuk yang aktif secara seksual pada momen tertentu
saja. Mulai dengan metode 2-1-1, lalu lanjutkan dengan 1 pil setiap hari sampai
2 hari setelah aktivitas seksual terakhir.
Penggunaan: PrEP dikonsumsi oleh
orang yang HIV-negatif yang berisiko tinggi tertular HIV.
Sebelum minum PrEP, Anda
perlu melakukan tes HIV untuk memastikan Anda negatif HIV,
serta beberapa tes lain seperti tes Hepatitis B, C, dan ginjal,
lalu berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan apakah PrEP tepat untuk Anda.
Dokter akan meninjau riwayat kesehatan Anda dan menjelaskan cara kerja PrEP,
termasuk kemungkinan efek sampingnya.
Langkah-langkah yang harus dilakukan
- Tes
HIV: Ini
adalah langkah paling krusial karena PrEP tidak efektif dan dapat
menyebabkan resistensi obat jika Anda sudah terinfeksi HIV.
- Pemeriksaan Infeksi
Menular Seksual (IMS): Dokter mungkin akan melakukan tes
untuk mendeteksi infeksi menular seksual lainnya.
- Konsultasi
dengan dokter: Diskusikan
riwayat kesehatan Anda secara lengkap, termasuk alergi atau kondisi medis
lain seperti penyakit hati, ginjal, atau osteoporosis.
- Diskusikan
dengan dokter: Anda
perlu mendiskusikan apakah PrEP sesuai dengan kondisi Anda dan bagaimana
cara terbaik mengonsumsinya, baik secara harian maupun sesuai jadwal
berhubungan seks (SEWAKTU).
Ø Siapa
yang sebaiknya menggunakan PrEP
PrEP dianjurkan untuk kelompok
tertentu, di antaranya:
- Laki-laki
yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), terutama jika tidak selalu menggunakan
kondom.
- Wanita
pekerja seks.
- Waria/Transgender.
- Pengguna
narkoba suntik yang
berbagi jarum atau peralatan.
- Pasangan
HIV-positif (hubungan
serodiskordan).
Ø Hal
penting lainnya
· PrEP tidak melindungi dari IMS lain:
Penggunaan kondom tetap penting untuk perlindungan
dari IMS seperti sifilis, gonore, klamidia, dll.
· Tes rutin:
Selama mengonsumsi PrEP, Anda harus menjalani tes HIV secara rutin
setiap 3 bulan.
· Konsultasi medis:
Jika Anda kesulitan mengonsumsi PrEP secara rutin atau ingin berhenti,
konsultasikan dengan dokter Anda.
· Resistansi obat:
Jika seseorang tertular HIV saat sedang mengonsumsi PrEP, ada risiko
mengembangkan resistansi obat HIV, meskipun kemungkinannya kecil. Jika ini
terjadi, dokter dapat membantu mengidentifikasi pilihan pengobatan yang
efektif.
Efek samping: Beberapa efek
samping yang mungkin terjadi adalah gangguan pencernaan, sakit kepala, atau
peningkatan sensitivitas terhadap infeksi saluran pernapasan atas, meskipun
efek samping ini umumnya ringan.
Puskesmas Balaraja Buka Layanan
PrEP Cegah HIV, Puskesmas Balaraja berupaya mencegah penularan HIV di
masyarakat. Salah satunya menggunakan metode Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP).
Diharapkan masyarakat yang memiliki risiko tinggi tertular HIV dapat dicegah
dengan metode PrEP.
Layanan PrEP di Puskesmas Balaraja
buka mulai tahun 2024, Untuk layanan PrEP dapat diakses di Puskesmas Balaraja secara
Gratis, PrEP adalah pil yang digunakan oleh orang yang tidak terinfeksi HIV
dengan tujuan agar tidak terinfeksi. PrEP dikonsumsi selama seseorang berada
dalam risiko tinggi terinfeksi HIV. PrEP untuk mencegah penularan HIV melalui
hubungan seksual. Oleh sebab layanan PrEP diberikan kepada yang memiliki pasangan dengan HIV, wanita
pekerja seks, transgender, pengguna napza suntik dan laki-laki yang berhubungan
seksual dengan laki-laki.
Puskesmas Balaraja/ Promkes/ NR
Nomor. PR/63-PkmBlj/XII/2025
Berita Lainnya
-
25 May 2026
Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin
Mei 2026, Kantor Urusan Agama (KUA) Balaraja kolaborasi dengan Puskesmas Balaraja melaksanakan kegiatan bimbingan perkawinan ...
-
25 May 2026
Puskesmas Balaraja Hadirkan Pojok Jamu untuk Dukung Kesehatan Pengunjung
Puskesmas Balaraja menghadirkan layanan kesehatan tradisional melalui Pojok Jamu yang ditujukan khusus bagi para pengunjung. ...
-
23 May 2026
PEMBINAAN KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN PEGAWAI DI MIE GACOAN BALARAJA
Pada hari Rabu, 22 Mei 2026, telah dilaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan pegawai dan pembinaan kesehatan ...
-
23 May 2026
Puskesmas Balaraja Lakukan Pemeriksaan Kualitas Udara dan PHBS di Griya Sutera
Puskesmas Balaraja menggelar kegiatan pemeriksaan Surveilans Kualitas Udara Dalam Ruang (SKUDR) sekaligus pengkajian Perilaku Hidup ...
-
23 May 2026
Sidak Kedisiplinan Digelar BKPSDM di Puskesmas Balaraja
Puskesmas Balaraja menjadi lokasi sidak kepegawaian yang digelar oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya ...