Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
12 Dec 2025 925 pembaca ADMIN Puskesmas Balaraja

PUSKESMAS BALARAJA BUKA LAYANAN PrEP CEGAH HIV

Balaraja-PrEP, Adalah singkatan dari Profilaksis PrEP adalah singkatan dari Pre-Exposure Prophylaxis (Profilaksis Pra-Pajanan). Pra artinya sebelumnya. Dengan demikian, kamu meminum obat tersebut sebelum merasa mungkin akan bersentuhan dengan virus. Pajanan atau paparan berarti kontak dengan HIV. Profilaksis berarti pengobatan untuk menghentikan infeksi.Cara kerja dan penggunaan

Cara kerja: PrEP bekerja  dengan cara memblokir virus HIV agar tidak masuk dan berkembang biak di dalam sel tubuh, dengan mencegah virus menggunakan enzim reverse transcriptase untuk membuat salinan dirinya.

Mekanisme kerja PrEP

  • Penghambatan replikasi virus: PrEP mengandung kombinasi dua obat antiretroviral, yaitu emtricitabine (FTC) dan tenofovir disoproxil fumarate (TDF).
  • Mencegah masuknya HIV: Obat ini bekerja dengan menghambat enzim reverse transcriptase yang dibutuhkan virus HIV untuk mengubah RNA-nya menjadi DNA. Dengan demikian, virus tidak bisa berkembang biak di dalam tubuh. 

Cara konsumsi PrEP

  • Harian: Cara paling efektif adalah minum satu pil setiap hari. Waktu untuk mencapai perlindungan penuh bervariasi, seperti 7 hari untuk pria yang berhubungan seks dengan pria, dan 20 hari untuk wanita yang berhubungan seks melalui vagina.
  • Sesuai permintaan (PrEP 2-1-1): Metode ini lebih fleksibel bagi yang tidak aktif secara seksual setiap hari. Caranya adalah minum 2 pil setidaknya 2 jam sebelum berhubungan seks, lalu 1 pil lagi 24 jam setelah dosis pertama, dan 1 pil lagi 24 jam setelah dosis kedua.
  • Berkala ("On-Off Mode"): Cocok untuk yang aktif secara seksual pada momen tertentu saja. Mulai dengan metode 2-1-1, lalu lanjutkan dengan 1 pil setiap hari sampai 2 hari setelah aktivitas seksual terakhir. 

 

Penggunaan: PrEP dikonsumsi oleh orang yang HIV-negatif yang berisiko tinggi tertular HIV.

Sebelum minum PrEP, Anda perlu melakukan tes HIV untuk memastikan Anda negatif HIV, serta beberapa tes lain seperti tes Hepatitis B, C, dan ginjal, lalu berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan apakah PrEP tepat untuk Anda. Dokter akan meninjau riwayat kesehatan Anda dan menjelaskan cara kerja PrEP, termasuk kemungkinan efek sampingnya. 

Langkah-langkah yang harus dilakukan

  • Tes HIV: Ini adalah langkah paling krusial karena PrEP tidak efektif dan dapat menyebabkan resistensi obat jika Anda sudah terinfeksi HIV.
  • Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS): Dokter mungkin akan melakukan tes untuk mendeteksi infeksi menular seksual lainnya.
  • Konsultasi dengan dokter: Diskusikan riwayat kesehatan Anda secara lengkap, termasuk alergi atau kondisi medis lain seperti penyakit hati, ginjal, atau osteoporosis.
  • Diskusikan dengan dokter: Anda perlu mendiskusikan apakah PrEP sesuai dengan kondisi Anda dan bagaimana cara terbaik mengonsumsinya, baik secara harian maupun sesuai jadwal berhubungan seks (SEWAKTU). 

Ø  Siapa yang sebaiknya menggunakan PrEP

PrEP dianjurkan untuk kelompok tertentu, di antaranya: 

  • Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), terutama jika tidak selalu menggunakan kondom.
  • Wanita pekerja seks.
  • Waria/Transgender.
  • Pengguna narkoba suntik yang berbagi jarum atau peralatan.
  • Pasangan HIV-positif (hubungan serodiskordan).

Ø  Hal penting lainnya

·       PrEP tidak melindungi dari IMS lain: 

Penggunaan kondom tetap penting untuk perlindungan dari IMS seperti sifilis, gonore, klamidia, dll. 

·       Tes rutin: 

Selama mengonsumsi PrEP, Anda harus menjalani tes HIV secara rutin setiap 3 bulan. 

·       Konsultasi medis: 

Jika Anda kesulitan mengonsumsi PrEP secara rutin atau ingin berhenti, konsultasikan dengan dokter Anda. 

·       Resistansi obat: 

Jika seseorang tertular HIV saat sedang mengonsumsi PrEP, ada risiko mengembangkan resistansi obat HIV, meskipun kemungkinannya kecil. Jika ini terjadi, dokter dapat membantu mengidentifikasi pilihan pengobatan yang efektif. 

Efek samping: Beberapa efek samping yang mungkin terjadi adalah gangguan pencernaan, sakit kepala, atau peningkatan sensitivitas terhadap infeksi saluran pernapasan atas, meskipun efek samping ini umumnya ringan. 

Puskesmas Balaraja Buka Layanan PrEP Cegah HIV, Puskesmas Balaraja berupaya mencegah penularan HIV di masyarakat. Salah satunya menggunakan metode Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP). Diharapkan masyarakat yang memiliki risiko tinggi tertular HIV dapat dicegah dengan metode PrEP.

Layanan PrEP di Puskesmas Balaraja buka mulai tahun 2024, Untuk layanan PrEP dapat diakses di Puskesmas Balaraja secara Gratis, PrEP adalah pil yang digunakan oleh orang yang tidak terinfeksi HIV dengan tujuan agar tidak terinfeksi. PrEP dikonsumsi selama seseorang berada dalam risiko tinggi terinfeksi HIV. PrEP untuk mencegah penularan HIV melalui hubungan seksual. Oleh sebab layanan PrEP diberikan kepada  yang memiliki pasangan dengan HIV, wanita pekerja seks, transgender, pengguna napza suntik dan laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki.

Puskesmas Balaraja/ Promkes/ NR

 

Nomor. PR/63-PkmBlj/XII/2025






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.